Penelitian ini membahas analisis efisiensi antara sistem konvensional dan sistem digital dalam penerapan layanan lost and found di perpustakaan, dengan studi kasus di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Penelitian ini menganalisis kelemahan sistem konvensional yang masih mengandalkan lemari penyimpanan, pengumuman melalui media sosial instagram, dan informasi dari petugas keamanan, sehingga menyebabkan lambatnya proses pengidentifikasian oleh pemustaka yang kehilangan barang, kurangnya transparansi dan pengembalian barang kepada pemiliknya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebagai pembanding dari sistem lost and found di perpustakaan, dalam penelitian ini juga akan mengkaji keunggulan sistem digital MyITS yang diterapkan di perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memudahkan pemustaka yang kehilangan barang dalam proses pelaporan, pen cocokan otomatis, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan sehingga pengembalian barang dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, sehingga tidak didapat barang hilang yang menumpuk di perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem digital mampu meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan partisipasi pengguna dibandingkan sistem konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi digital di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperbaiki layanan lost and found guna memaksimalkan kualitas layanan dalam hal barang hilang pemustaka di perpustakaan.
Copyrights © 2025