Penelitian ini mengkaji Prospek Onto pada Busur Sunda bagian timur, koridor prospektif pada sistem magmatisme Sunda–Banda yang kaya endapan emas–tembaga tipe porfiri dan epitermal, dengan tujuan mengkarakterisasi alterasi hidrotermal dan mineralisasi bijih melalui metode kualitatif mencakup studi lapangan, logging inti bor dari lubang VHD039, VHD055, dan VHD086, serta analisis petrografi dan mikroskopi bijih; hasil penelitian menunjukkan bahwa intrusi porfiri Onto mengalami tumpang-tindih argilik lanjut akibat pengaruh fluida epitermal sulfidasi tinggi, dengan urutan alterasi vertikal dari bawah ke atas meliputi kuarsa–piropilit ±diaspor, kuarsa–alunit–piropilit, kuarsa vuggy residual, kuarsa–alunit, kuarsa–dikit, kuarsa–kaolinit, dan ilit–smektit, sedangkan analisis petrografi memperlihatkan dominasi mineral alterasi temperatur tinggi seperti kuarsa–alunit dan kuarsa–alunit–piropilit ±diaspor; mineralisasi tembaga–emas didominasi oleh kovelit–pirit yang berasosiasi dengan alterasi kuarsa–alunit pada kedalaman ±300 meter, dan mineralisasi sulfida melimpah (kovelit–pirit) berkembang pada urat kuarsa tipe A–B di sistem porfiri, di mana kovelit muncul sebagai diseminasi halus, pengisi urat, maupun inklusi dalam pirit, serta proses pelindian mineral primer seperti feldspar dan plagioklas membentuk rongga vuggy yang kemudian terisi oleh kovelit–pirit–belerang alami; kehadiran alterasi argilik lanjut intens dan mineralisasi sulfida utama berupa kovelit–pirit–sulfur mengindikasikan bahwa Prospek Onto merupakan sistem porfiri yang terawetkan dan tertumpang-tindih oleh sistem epitermal sulfidasi tinggi (lithocap), mencerminkan lingkungan mineralisasi transisi yang kompleks
Copyrights © 2025