Klasterisasi kesehatan gizi bayi dan balita di Kecamatan Deket menggunakan metode K-Means. Kesehatan gizi anak merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat gizi bayi dan balita serta mempermudah pengelompokan data kesehatan yang diperoleh dari Puskesmas dan Posyandu. Metode K-Means dipilih karena kesederhanaan dan efisiensinya dalam mengelompokkan data. Data yang digunakan mencakup 3 atribut yaitu Stunting, Wasting, dan Underweight dari data kecamatan Deket dikumpulkan secara resmi pada tahun 2023. Proses penelitian melibatkan beberapa tahap, termasuk pengumpulan, pembersihan, dan analisis data untuk memastikan kualitas informasi yang optimal. Dengan menggunakan metode K-Means, penelitian ini menghasilkan tiga kategori utama status gizi, yaitu gizi butuk rendah, gizi buruk sedang, dan gizi buruk tinggi. Hasil klasterisasi diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi tenaga kesehatan dan pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan intervensi yang lebih efektif. Dengan adanya pemetaan status gizi yang jelas, diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap kesehatan gizi anak di Kecamatan Deket. Penelitian ini juga menyarankan pentingnya kolaborasi antara Puskesmas, Posyandu, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan gizi balita. Melalui implementasi yang tepat, diharapkan masalah gizi buruk dapat diatasi secara efektif demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan berkualitas.
Copyrights © 2025