Bahasa Indonesia: Keterlambatan perkembangan pada anak-anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan baik secara global maupun nasional. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap keterlambatan perkembangan adalah kurangnya stimulasi yang memadai dari orang tua, yang memengaruhi perkembangan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stimulasi perkembangan dengan luaran perkembangan balita di Posyandu Melati 4 dan 5 di Dusun Dawuhan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional potong lintang yang melibatkan 82 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stimulasi berdasarkan SDIDTK (2022) dan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mengukur perkembangan balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara stimulasi perkembangan dengan perkembangan balita. Balita yang menerima stimulasi memadai cenderung menunjukkan perkembangan normal, sementara balita yang kurang stimulasi cenderung menunjukkan perkembangan yang meragukan atau menyimpang. Studi ini menyoroti pentingnya stimulasi yang terstruktur, konsisten, dan sesuai usia dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, sekaligus menekankan perlunya penguatan keterlibatan orang tua dan layanan posyandu dalam memberikan stimulasi perkembangan dini.
Copyrights © 2026