Penelitian ini membahas penerapan pendekatan pirolisis terintegrasi untuk mengonversi biomassa dan sampah terpilah menjadi bahan bakar padat ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam program co-firing PLTU. Bahan baku yang digunakan meliputi kayu limbah, cangkang kelapa, dan bubur sampah terpilah yang diproses pada variasi suhu dan waktu pirolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan baku berpengaruh signifikan terhadap karakteristik arang yang dihasilkan. Kayu limbah cenderung menghasilkan arang dengan kualitas stabil dan kadar air rendah, sedangkan cangkang kelapa menunjukkan performa terbaik dengan nilai kalor tinggi dan kadar abu lebih rendah. Sebaliknya, bubur sampah terpilah masih memiliki tantangan pada kandungan air dan nilai kalor, meskipun tetap berpotensi sebagai bahan baku energi alternatif. Analisis morfologi dan komposisi unsur mengonfirmasi bahwa kandungan karbon lebih dominan pada biomassa dibandingkan bursam, yang kaya mineral anorganik. Secara umum, tren hasil menunjukkan bahwa biomassa murni lebih unggul untuk produksi energi dengan kualitas tinggi, sementara bursam dapat difungsikan sebagai bahan substitusi tambahan. Temuan ini menegaskan peran pirolisis terintegrasi sebagai pendekatan berkelanjutan untuk mendukung diversifikasi energi dan pengelolaan sampah di Indonesia.Kata kunci: Pirolisis; biomassa; sampah terpilah; Kayu; cangkang kelapa; co-firing
Copyrights © 2025