Pembelajaran IPA berbasis etnosains mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Penggunaan modul IPA berbasis etnosains diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran IPA di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon guru, respon siswa, dan keterlaksanaan pembelajaran pada penggunaan modul IPA berbasis etnosains di SMPN 1 Pujut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian guru IPA dan peserta didik SMPN 1 Pujut. Data dikumpulkan melalui angket respon guru, angket respon siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon guru terhadap modul IPA berbasis etnosains berada pada kategori sangat baik dengan persentase 74%–84%, sedangkan respon siswa berada pada kategori sangat baik dengan persentase 68%–77%. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul IPA berbasis etnosains mencapai nilai rata-rata sebesar 83,6% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, modul IPA berbasis etnosains dinyatakan praktis dan layak digunakan sebagai sumber belajar pendukung dalam pembelajaran IPA di SMP.
Copyrights © 2026