Sungai Battang sebagai sumber daya air strategis di Kabupaten Luwu. Namun, pemanfaatannya kini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, perubahan pemanfaatan lahan, hingga meningkatnya tekanan aktivitas manusia, sehingga pengelolaan yang optimal menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketersediaan air di lokasi perencanaan mampu memenuhi kebutuhan irigasi sesui pola tanam yang diiteraapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian meliputi jenis tanaman, pola tanam, dan luas daerah irigasi, serta data sekunder dari instansi terkait mencakup curah hujan, suhu udara, kelembapan, lama penyinaran matahari, dan kecepatan angin. Analisis hidrologi dilakukan untuk menghitung kebutuhan air di sawah (Gross Farm Requirement), volume air yang harus disalurkan dari sumber (Diversion Requirement), serta kebutuhan bersih tanaman di sawah (Net Farm Requirement). Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk luas lahan sebesar 78 hektar, total kebutuhan air mencapai 0,106 m³/detik, sedangkan debit air yang tersedia sebesar 17,46 m³/detik. Dengan menerapkan pola tanam padi–padi yang telah ada, ketersediaan dan kebutuhan air di lokasi perencanaan masih dapat terpenuhi meskipun belum terdapat bendung.
Copyrights © 2025