Wahjudijanto, Iwan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Tinggi Gelombang dan Periode Gelombang di Pelabuhan Laut Niaga Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Wahjudijanto, Iwan
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.22

Abstract

Pelabuhan Brondong adalah pelabuhan kecil sebagai pelabuhan nelayan yang terletak di kecamatan Brondong kabupaten Lamongan. Tinggi gelombang pada kolam pelabuhan sangat mempengaruhi bongkar muat di pelabuhan tersebut. Pada penelitian ini diadakan kajian analisa prediksi tinggi gelombang di pelabuhan tersebut. Tinggi gelombng dapat diprediksi dari beberapa faktor antara lain : panjang Fetch, lama hembusan angin dan kecepatan angin. Gelombang tersebut adalah gelombang akibat adanya angin, disamping itu faktor lain yang mempengaruhi adalah lebar fetch, kedalaman air, kekasaran dasar dan stabilitas atsmosfer.
Studi Perencanaan Tanggul Sebagai Upaya Penanganan Banjir Pada Sungai Marmoyo Kabupaten Jombang Yuda, Dicki Gria; Wahjudijanto, Iwan; Trilita, Minarni Nur
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v10i2.78

Abstract

Sungai Marmoyo pada setiap musim penghujan datang, daerah sekitar aliran Sungai Marmoyo sering terjadi banjir akibat dimensi saluran sungai tidak dapat menampung debit yang ada ketika musim penghujan datang. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan penanggulangan banjir yang tepat pada Sungai Marmoyo. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan serangkaian analisa yaitu analisa hidrologi, analisa hujan rata – rata, dan analisa hujan Analisa hirolika dilakukan dengan bantuan program pemodelan HEC-RAS 5.0.1 untuk memperoleh profil aliran pada ruas Sungai Marmoyo yang sering terjadi banjir. Berdasarkan hasil analisa menggunakan debit banjir periode ulang 25 tahun, dapat diketahui bahwa penampang Sungai Marmoyo tidak mampu menampung debit banjir yang ada sehingga terjadi luapan dan menyebabkan banjir di sekitar aliran sungai.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BARAMMAMASE KABUPATEN LUWU PROVINSI SULAWESI SELATAN Rongko, Herawati Toding; Handajani, Novie; Wahjudijanto, Iwan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 3, Desember Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i3.4758

Abstract

Sungai Battang sebagai sumber daya air strategis di Kabupaten Luwu. Namun, pemanfaatannya kini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, perubahan pemanfaatan lahan, hingga meningkatnya tekanan aktivitas manusia, sehingga pengelolaan yang optimal menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketersediaan air di lokasi perencanaan mampu memenuhi kebutuhan irigasi sesui pola tanam yang diiteraapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian meliputi jenis tanaman, pola tanam, dan luas daerah irigasi, serta data sekunder dari instansi terkait mencakup curah hujan, suhu udara, kelembapan, lama penyinaran matahari, dan kecepatan angin. Analisis hidrologi dilakukan untuk menghitung kebutuhan air di sawah (Gross Farm Requirement), volume air yang harus disalurkan dari sumber (Diversion Requirement), serta kebutuhan bersih tanaman di sawah (Net Farm Requirement). Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk luas lahan sebesar 78 hektar, total kebutuhan air mencapai 0,106 m³/detik, sedangkan debit air yang tersedia sebesar 17,46 m³/detik. Dengan menerapkan pola tanam padi–padi yang telah ada, ketersediaan dan kebutuhan air di lokasi perencanaan masih dapat terpenuhi meskipun belum terdapat bendung.