Stabilitas pondasi jembatan pada akses tambang sering terganggu oleh kondisi tanah dasar labil akibat kadar air tinggi, kemiringan lereng, dan rendahnya daya dukung. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas DIFA Soil Stabilizer (DIFA SS) sebagai metode deep stabilization yang lebih efisien dibanding perkuatan konvensional. Perbaikan tanah dilakukan dengan mengganti lapisan tanah lunak hingga kedalaman −6,00 m menggunakan campuran DIFA SS semen berukuran 9×6×6 m, serta stabilisasi in-situ mixing hingga kedalaman ±7 m dengan volume rata-rata 423,5 m³. Evaluasi dilakukan melalui uji laboratorium (kuat geser, CBR, dan modulus elastisitas) serta pemodelan numerik Geo5.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan parameter mekanik tanah yang berdampak pada penurunan deformasi dan peningkatan stabilitas pondasi. Analisis menunjukkan abutmen aman terhadap guling dan geser dengan faktor keamanan >1,50, aman terhadap daya dukung, serta kestabilan lereng belakang abutmen memenuhi kriteria dengan faktor keamanan 1,75. Untuk meningkatkan ketahanan terhadap gaya lateral, direkomendasikan penggunaan sembilan blok beton berdiameter 0,9 m dan kedalaman 1,8 m dengan jarak antar sumbu 2,5 m. Analisis preloading menunjukkan total penurunan konsolidasi sebesar 1,790 m memerlukan waktu 171,20 tahun untuk mencapai 90% konsolidasi, dengan penurunan selama umur rencana jembatan 20 tahun hanya sekitar 1,61 cm. Secara keseluruhan, DIFA SS terbukti efektif, aman, dan ekonomis, dengan efisiensi biaya hingga 25% serta pengurangan potensi downtime operasional tambang hingga 20%.
Copyrights © 2025