Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja transisi menuju green economy dalam sektor pariwisata, dengan fokus pada Bali, Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, yang melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber terkait kebijakan, praktik, dan strategi yang ada dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, penelitian mengeksplorasi bagaimana integrasi perubahan iklim, efisiensi sumber daya, dan inklusivitas sosial dapat diterapkan dalam perencanaan strategis pariwisata di Bali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pariwisata Bali telah dikembangkan melalui keterlibatan pemangku kepentingan, peramalan ekonomi, dan analisis efisiensi sumber daya. Roadmap Green Growth 2050 diusulkan sebagai strategi praktis untuk mengurangi dampak lingkungan dari pariwisata sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, penelitian juga menemukan bahwa kurangnya data mengenai indikator-indikator kunci menjadi hambatan signifikan dalam penerapan strategi green economy yang efektif. Upaya yang dapat dilakukan antara lain, pengelolaan sumber daya alam , pengurangan limbah, dan konservasi keragaman hayati. Penelitian ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif, keterlibatan pemangku kepentingan yang berkelanjutan, dan lingkungan kebijakan yang adaptif untuk mencapai tujuan green economy. Temuan ini tidak hanya relevan untuk Bali tetapi juga dapat dijadikan model bagi destinasi lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2025