Ibu Post Sectio Caesarea sering mengalami keterlambatan produksi ASI akibat nyeri, keterbatasan mobilitas, dan gangguan refleks oksitosin. Pijat oksitosin dan breast care merupakan intervensi sederhana yang dapat merangsang hormon oksitosin serta memperlancar aliran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin dan breast care terhadap pengeluaran ASI pada ibu Post Sectio Caesarea. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 50 ibu post SC, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=25) dan kelompok kontrol (n=25). Variabel utama adalah volume ASI (ml) yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon untuk perbandingan dalam kelompok dan uji mann whitney untuk perbedaan antar kelompok. Rata-rata volume ASI pada kelompok intervensi meningkat dari 24.25 ml ± 108.70 ml perhari. Menjadi 53.46± 132.40 ml dengan selisih 24 ml (p < 0,001). Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan dari 32.05 ± 108.65ml menjadi 39.90 ± 113.50 ml dengan selisih 4.85 ml (p < 0,001). Uji mann whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,001). Pijat oksitosin dan breast care terbukti efektif meningkatkan pengeluaran ASI pada ibu Post Sectio Caesarea. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan maternitas di ruang nifas untuk mendukung keberhasilan menyusui.
Copyrights © 2025