Keselamatan pasien masih menjadi isu penting dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya seiring dengan meningkatnya penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Implementasi RME diharapkan dapat meningkatkan akurasi dokumentasi, kualitas pengambilan keputusan klinis, serta keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan RME dan keselamatan pasien di seluruh Puskesmas di Kabupaten Minahasa Selatan, Indonesia. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilakukan pada 236 tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari 17 Puskesmas. Pemanfaatan RME diukur melalui tiga dimensi, yaitu behavioral intention pengguna, kualitas aplikasi RME, dan kondisi fasilitas pendukung. Keselamatan pasien diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara behavioral intention dan keselamatan pasien (r = 0,597; p < 0,001), kualitas aplikasi RME dan keselamatan pasien (r = 0,703; p < 0,001), serta kondisi fasilitas pendukung dan keselamatan pasien (r = 0,347; p < 0,001). Hubungan terkuat ditemukan pada kualitas aplikasi RME. Disimpulkan bahwa pemanfaatan RME berhubungan signifikan dengan peningkatan keselamatan pasien di pelayanan kesehatan primer.
Copyrights © 2025