Jalur Lintas Selatan (JLS) yang beroperasi di Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung, saat ini menjadi destinasi wisata kuliner baru yang dikembangkan oleh masyarakat setempat sejak jalan tersebut selesai dibangun oleh pemerintah pusat dan provinsi Jawa Timur. Wisata kuliner JLS ini dapat memiliki "Efek Multi-Player," yaitudapat mendorong sektor lain di TulungAgung seperti pertanian, kerajinan, mode, berbagai industri jasa, dan sebagainya. Studi ini dilakukan untuk tujuan: (1) untuk menganalisis strategi pengembangan wisata kuliner di kawasan JLS Tulungagung menggunakan analisis SWOT, dan (2) untuk menganalisis dampak lingkungan dan sosial ekonomi terhadap masyarakat lokal dari pengembangan wisata kuliner di kawasan JLS Tulungagung. Studi ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan melihat temuan lapangan selama proses penelitian. Sumber informasi terdiri dari perangkat desa, pemilik toko atau kafe, penduduk setempat, dan pengunjung toko atau kafe. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penelusuran data online. Untuk menganalisis strategi pengembangan wisata kuliner di JLS Tulungagung menggunakan metode analisis SWOT, data yang dikumpulkan melalui wawancara juga dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang diterapkan dalam pengembangan wisata kuliner di JLS Tulungagung adalah peningkatan pemasaran digital, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan modal usaha, pengembangan kapasitas dan keterampilan, pemanfaatan teknologi, promosi dan pemasaran produk, serta penguatan organisasi dan manajemen pariwisata.
Copyrights © 2025