Pasien lansia dengan penyakit kronis memiliki risiko ketidakpatuhan yang tinggi. Kegagalan pengobatan akibat ketidakpatuhan dapat menyebabkan kematian tiap tahun serta dapat meningkatkan kunjungan gawat darurat. Urgensi dalam penelitian ini adalah sebagai upaya dalam mewujudkan program Asta Cita untuk memperkuat pembangunan kesehatan melalui kepatuhan penggunaan obat pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan obat pada pasien lansia di Posyandu Welas Asih kota Surakarta. Metode Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan instrument kuesioner MMAS-8. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien lansia di Posyandu Welas Asih Kota Surakarta sejumlah 35 pasien. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat lansia di posyandu welas asih menunjukkan kategori rendah 51,43%. Adapun faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan tersebut adalah masyarakat lupa akan mengonsumsi obat (65,71%) baik di dalam maupun di luar rumah (54,29%). Selain itu masyarakat juga kesulitan dalam mengonsumsi obat yang mungkin diakibatkan karena adanya faktor polifarmasi (85,71%).
Copyrights © 2025