Tingginya tingkat konsumsi dan penyimpanan obat di rumah yang tidak disertai pemahaman yang memadai mengenai cara penyimpanan dan pemusnahan obat yang benar merupakan latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penyimpanan dan pemusnahan obat di rumah pada masyarakat Desa Mataram, Kabupaten Pringsewu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 179 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah divalidasi, dan data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda (uji t) diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil dari analisis univariat, karakteristik responden dominan berjenis kelamin perempuan presentase 76,5%, usia 26-35 tahun presentase 26,8%, pendidikan terakhir SMA presentase 27,4%, dan responden yang aktif bekerja presentase 54,2%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan mengenai penyimpanan obat sebesar (64,8%) dan pemusnahan obat sebesar (53,6%), sikap terhadap penyimpanan obat sebesar (52,5%) dan pemusnahan obat sebesar (60,9%), perilaku penyimpanan obat sebesar (54,2%) dan pemusnahan obat sebesar (62,0%). Berdasarkan analisis bivariat dengan uji regresi linier berganda (uji t) didapatkan bahwa variabel bebas pengetahuan dan sikap memiliki pengaruh terhadap variabel terikat perilaku penyimpanan dan pemusnahan obat yang ditandai dengan nilai P-Value < 0,05. Pengetahuan berpengaruh terhadap perilaku penyimpanan obat dengan nilai (t = 3,567; p < 0,05) dan pemusnahan obat (t = 17,632; p < 0,05). Sikap juga berpengaruh terhadap perilaku penyimpanan obat dengan nilai (t = 4,467; p < 0,05) dan pemusnahan obat (t = 17,555; p < 0,05).
Copyrights © 2025