Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang berperan dalam mempengaruhi keputusan pembelian kendaraan listrik melalui penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Struktur hierarki penelitian terdiri dari lima kriteria utama, yaitu pengetahuan konsumen, harga kendaraan, infrastruktur, insentif pemerintah, dan biaya operasional, yang kemudian dianalisis melalui perbandingan berpasangan berdasarkan penilaian responden. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen merupakan faktor dengan bobot tertinggi (0,2850), diikuti oleh harga kendaraan (0,1925), infrastruktur (0,1854), insentif pemerintah (0,1725), dan biaya operasional (0,1633). Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman konsumen memiliki peran sentral dalam mempercepat penerimaan kendaraan listrik, sementara harga dan infrastruktur tetap menjadi faktor penentu penting. Meskipun hasil penelitian memberikan gambaran prioritas yang jelas, namun terdapat beberapa keterbatasan, antara lain keterbatasan jumlah responden dan potensi subjektivitas dalam penilaian pairwise comparison. Selain itu, penelitian hanya mempertimbangkan lima kriteria utama, sehingga belum mencakup faktor lain seperti regulasi lingkungan, dukungan teknologi, dan aspek sosial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan responden yang lebih beragam dan mengintegrasikan metode AHP dengan pendekatan multi-kriteria lain guna menghasilkan hasil yang lebih komprehensif. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan dasar empiris bagi pemerintah, produsen, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi percepatan penggunaan kendaraan listrik, dengan menekankan pentingnya edukasi konsumen, kebijakan harga yang kompetitif, serta penguatan infrastruktur pendukung.
Copyrights © 2025