Salah satu negara dengan bencana alam terbanyak di dunia adalah Indonesia, salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim. bencana tanah longsor biasanya disebabkan oleh topografi, faktor geologis, dan aktivitas manusia. kecamatan walenrang barat merupakan salah satu daerah pegunungan di Kabupaten Luwu sehingga daerah tersebut rentan terhadap longsor apabila musim hujan tiba. maka diperlukan sebuah pemetaan daerah rawan bencana tanah longsor. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara, Studi pustaka. teknik analisis data ini menggunakan beberapa metode yaitu Scoring, Pembobotan, Overlay dan validasi data. dalam penelitian menggunakan alat perangkat lunak (software) sistem informasi geografis yaitu ArcGIS 10.8, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuatan peta rawan longsor di kecamatan walenrang barat menggunakan 5 parameter, yaitu curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, jenis batuan, dan tutupan lahan. Peta hasil overlay diperolah tingkat kerawanan dengan skor terendah 2 dan skor tertinggi yaitu 3,7, yang diklasifikasikan menjadi 3 kelas. kelas tidak rawan mempunyai skor berkisar antara 2 hingga 2,6 ditandai dengan warna hijau yang tersebar di Desa Ilan batu, ilanbatu uru, dan Lewandi. kelas rawan mempunyai skor 2,6 hingga 3,2 ditandai dengan warna kuning yang tersebar di Desa Ilan batu, Ilanbatu uru, Lempe, Lempe Pasang Lamasi hulu dan Lewandi. kelas sangat rawan mempunyai total skor 3,2 sampai 3,7 ditandai dengan warnah merah yang tersebar di Desa Ilan batu, Lempe dan Lempe pasang.
Copyrights © 2026