Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi sistem absensi di lingkungan pendidikan yang selama ini masih banyak menggunakan metode manual. Sistem konvensional rentan terhadap kecurangan, keterlambatan rekapitulasi, serta kurang mampu memberikan informasi kehadiran secara real-time. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem absensi mahasiswa berbasis IoT dengan mengintegrasikan modul RFID dan platform Telegram sebagai media notifikasi otomatis. Metode yang digunakan adalah Design Thinking melalui tahapan Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test, sehingga solusi yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan pengguna. Hasil implementasi menunjukkan bahwa proses pemindaian kartu RFID menggunakan ESP32 dapat mengirimkan data kehadiran secara cepat dan akurat ke server, kemudian meneruskan informasi tersebut dalam bentuk notifikasi real-time melalui Telegram Bot. Pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi identifikasi 100%, kecepatan proses ±1 detik, serta bekerja stabil untuk beberapa pemindaian berdekatan. Integrasi Telegram mempermudah dosen dan admin dalam memantau kehadiran tanpa membuka dashboard. Secara keseluruhan, sistem ini meningkatkan kecepatan, akurasi, dan transparansi absensi. Penelitian ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan fitur keamanan lanjutan seperti face recognition atau integrasi dengan sistem informasi akademik kampus.
Copyrights © 2026