Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang terdapat dalam novel tersebut serta menjelaskan implikasinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia, khususnya pada pembelajaran teks ulasan buku fiksi. Pendekatan yang digunakan adalah pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan antar tokoh dalam novel Aku Tak Membenci Hujan karya Sri Puji Hartini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui baca dan catat, kemudian data dianalisis berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech yang meliputi enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, permufakatan, dan kesimpatian. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 309 tuturan yang dianalisis, ditemukan 51 tuturan maksim kebijaksanaan, 34 maksim kedermawanan, 61 maksim pujian, 34 maksim kerendahan hati, 29 maksim permufakatan, dan 94 maksim kesimpatian. Maksim kesimpatian menjadi bentuk paling dominan karena banyak tuturan mencerminkan empati, perhatian, serta kepedulian antartokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa novel tersebut relevan dijadikan bahan ajar untuk melatih pemahaman siswa terhadap penggunaan bahasa santun.
Copyrights © 2025