Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi penyakit tidak menular yang mematikan atau biasa dikenal dengan (silent killer), kebanyakan penderita hipertensi tidak menyadari akan penyakitnya sampai bertahun tahun. Selain pengobatan farmakologi untuk penderita hipertensi memerlukan kombinasi pengobatan non farmakologi salah satunya intervensi bekam basah Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi di Kecamatan Dukupuntang pada bulan juni 2022. Sampel yang didapat dalam penelitian ini berjumlah 15 responden diambil menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan sphygmomanometer, peralatan bekam, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Normalitas menggunakan shapiro-wilk dan uji statistic menggunakan uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil Penelitian: sebelum diberikan intervensi bekam, tekanan darah sistol 163,07 dengan hipertensi derajat 2 dan diastol 90 dengan hipertensi derajat 1. Setelah diberikan intervensi bekam, tekanan darah sistol 141,53 dengan hipertensi derajat 1 dan diastole 87,80 dengan pre hipertensi. tekanan darah sistol menggunakan uji paired t-test menunjukan nilai P 0,000 dan diastol menggunakan uji wilcoxon menunjukan nilai P 0,001, yang berarti keduanya menunjukan nilai p < 0,05, maka Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi bekam basah terhadap tekanan sistol dan diastol darah pada lansia penderita hipertensi.
Copyrights © 2022