Pemikiran fiskal modern tidak terlepas dari kontribusi tokoh lintas peradaban, termasuk pemikir ekonomi Islam klasik seperti Abu Yusuf melalui karyanya Kitāb al-Kharāj. Abu Yūsuf memandang kebijakan fiskal sebagai instrumen etis untuk mewujudkan keadilan, kemaslahatan umum, dan keberlanjutan fiskal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran fiskal Abu Yusuf serta membandingkannya dengan pendekatan Keynesian dalam konteks kebijakan fiskal modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Abu Yusuf menekankan penguatan pendapatan negara melalui sistem perpajakan yang adil, proporsional, serta pengelolaan keuangan publik yang amanah dan akuntabel. Sementara itu, pendekatan Keynesian lebih menitikberatkan pada peran aktif negara dalam stabilisasi ekonomi jangka pendek melalui ekspansi belanja publik. Perbedaan utama kedua pendekatan terletak pada landasan normatif, di mana pemikiran Abu Yusuf berakar pada maqāṣid al-sharī‘ah yang menekankan keadilan distributif dan kemaslahatan jangka panjang. Temuan ini berkontribusi dengan menempatkan pemikiran fiskal Abu Yusuf sebagai kerangka normatif–etis untuk mengevaluasi kebijakan fiskal kontemporer. Secara praktis, kerangka ini relevan sebagai basis penilaian kebijakan fiskal modern, khususnya dalam isu distribusi fiskal, tata kelola keuangan publik, dan keberlanjutan fiskal di negara berkembang seperti Indonesia.
Copyrights © 2026