Bullying masih menjadi permasalahan serius di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren yang memiliki sistem kehidupan berasrama dan relasi senioritas yang kuat. Budaya senioritas yang tidak dikelola secara bijak berpotensi melahirkan praktik perundungan yang dinormalisasi sebagai bagian dari tradisi pendisiplinan santri. Berdasarkan observasi awal di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Klepek, Sukosewu, ditemukan praktik bullying verbal berupa ejekan dan julukan merendahkan, bullying sosial berupa pengucilan, serta perilaku senioritas kepada santri junior. Kondisi tersebut berdampak pada tekanan psikologis santri dan menghambat terwujudnya lingkungan pesantren ramah anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah praktik bullying serta membangun kesadaran dan empati santri melalui program pendampingan anti-bullying. Pendampingan dilaksanakan pada 2 November 2025 dengan melibatkan 25 santri tingkat SMP menggunakan pendekatan Participatory Action Research. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, serta penggunaan media PowerPoint. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep, bentuk, dan dampak bullying. Santri mampu mengidentifikasi perilaku perundungan di lingkungan pesantren serta berpartisipasi aktif dalam merumuskan upaya pencegahan. Pendampingan ini berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran, empati, dan sikap preventif santri terhadap praktik bullying di pesantren.
Copyrights © 2026