Penelitian ini menganalisis peran hermeneutika sebagai jembatan epistemologis dalam menghubungkan agama dan sains, dua tradisi pengetahuan yang kerap ditempatkan dalam relasi konflik atau independensi. Dengan menggunakan metode Analisis Kritis–Interpretatif, kajian ini menelaah bagaimana prinsip-prinsip hermeneutika filosofis—khususnya gagasan horizon, pre-understanding, dan fusion of horizons ala Gadamer dan Ricoeur—dapat mengintegrasikan dimensi normatif agama dengan rasionalitas empiris sains tanpa mereduksi karakter epistemik masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika menyediakan mekanisme dialogis yang memungkinkan kedua bidang saling mengoreksi, saling memperkaya, dan berkolaborasi dalam menjawab persoalan kontemporer seperti bioetika, ekologi, dan kecerdasan buatan. Temuan ini menegaskan bahwa hermeneutika tidak hanya berfungsi sebagai metode penafsiran teks, tetapi sebagai paradigma epistemologis yang relevan untuk membangun ilmu pengetahuan yang lebih reflektif, etis, dan humanistik. Dengan demikian, hermeneutika menawarkan kerangka integratif yang dapat memperkuat pengembangan ilmu kontemporer dalam konteks masyarakat modern yang kompleks dan pluralistik.
Copyrights © 2025