Pengenalan ragam pangan lokal sejak usia dini penting dilakukan sebagai upaya menumbuhkan pengetahuan, sikap, dan kecintaan anak terhadap makanan tradisional. Anak usia dini belajar secara optimal melalui pengalaman langsung, sehingga kegiatan pembelajaran yang melibatkan praktik nyata menjadi sangat relevan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pengenalan ragam pangan lokal pada anak usia dini melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari; (2) Mengidentifikasi bentuk kecintaan pangan lokal pada anak usia dini melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari; dan (3) Mengetahuai kendala dalam pengenalan ragam pangan lokal melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru dan beberapa peserta didik yang berjumlah 38 di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan pengenalan ragam pangan lokal pada anak usia dini melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari dilaksanakan melalui tahapan pengenalan bahan pangan lokal, proses pembuatan opak, hingga kegiatan mencicipi hasil olahan; (2) Bentuk kecintaan pangan lokal pada anak usia dini melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari terlihat dalam beberapa indikator, yaitu peningkatan pengetahuan pangan lokal, sikap dan apresiasi positif, perilaku dan konsumsi yang meningkat, keterampilan dalam pengolahan pangan lokal, partisipasi sosial, pilihan pembelian, serta perubahan pola hidup anak; (3) Kendala dalam pengenalan ragam pangan lokal melalui kegiatan pembuatan opak di Tarbiyatul Athfal Nurunnisa I Batursari meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan karakteristik anak, kesiapan dan pengalaman guru, serta kebersihan dan keselamatan. Meskipun demikian, kegiatan pembuatan opak memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkan kecintaan pangan lokal pada anak usia dini dan berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang efektif apabila dilaksanakan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025