Penelitian ini berfokus pada upaya rekonstruksi konsep Tarbiyah Islamiyah yang digagas oleh Hasan al-Banna dalam perspektif pendidikan Islam transformasional pada era digital. Al-Banna menegaskan bahwa pendidikan sejati bukan sekadar penyampaian pengetahuan, melainkan proses pembentukan manusia secara utuh (insan kāmil) yang menyatukan unsur keimanan, akhlak, dan pengamalan sosial. Dalam konteks abad ke-21, pemikiran tersebut menjadi sangat relevan untuk menjawab tantangan globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan kemerosotan moral generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan mengkaji karya asli Hasan al-Banna seperti Majmū‘at al-Rasā’il dan Risālah Tarbiyah, serta berbagai sumber sekunder seperti buku dan jurnal ilmiah mutakhir yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan teori transformasional. Analisis dilakukan melalui metode analisis isi dan sintesis kritis guna menafsirkan serta mengontekstualisasikan gagasan al-Banna terhadap kebutuhan pendidikan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tarbiyah Islamiyah al-Banna terdiri dari tiga pilar utama yang sejalan dengan prinsip pendidikan transformasional, yakni: (1) penanaman iman dan pembentukan karakter sebagai fondasi moral-spiritual, (2) penguatan akal dan keterampilan melalui perpaduan antara ilmu agama dan ilmu modern, serta (3) dorongan untuk berkontribusi secara sosial dan membawa perubahan di lingkungan masyarakat. Rekonstruksi konsep ini menegaskan bahwa pendidikan Islam harus bersifat menyeluruh, adaptif, serta berlandaskan nilai, dengan memadukan teknologi, pembelajaran aktif, dan evaluasi berbasis karakter serta kontribusi sosial. Dengan demikian, Tarbiyah Islamiyah ala Hasan al-Banna dapat menjadi paradigma pendidikan Islam yang progresif, relevan, dan mampu melahirkan generasi beriman, cerdas, serta berdaya guna di era digital.
Copyrights © 2025