Musim kemarau berkepanjangan sebagai bagian dari dinamika perubahan iklim global telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh musim kemarau terhadap produksi pertanian, pendapatan, dan strategi adaptasi masyarakat di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi lapangan terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim kemarau menyebabkan penurunan produksi padi dan hortikultura, keterlambatan tanam, serta krisis air akibat lemahnya infrastruktur irigasi. Dampak ini turut menurunkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Meski demikian, masyarakat menunjukkan kemampuan adaptasi melalui diversifikasi ekonomi, penggunaan benih tahan kekeringan, penguatan peran perempuan, dan kolaborasi koperasi tani. Strategi ini mencerminkan adanya resiliensi lokal, meskipun belum sepenuhnya mendapat dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai. Kajian ini merekomendasikan pembangunan sistem irigasi adaptif, pelatihan mitigasi iklim, serta integrasi kebijakan lokal dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2025