Perundungan di tingkat Sekolah Dasar sering kali muncul sebagai manifestasi dari kegagalan anak dalam memenuhi kebutuhan psikologis dasarnya secara positif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menguji implementasi Layanan Mediasi Konfrontatif dengan teknik WDEP (Wants, Direction, Evaluation, Planning) dalam menurunkan ketergantungan pada validasi eksternal yang destruktif pada siswa pelaku perundungan di Sekolah Dasar. Menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest, penelitian ini menyasar siswa kelas tinggi (fase C) yang teridentifikasi memiliki kecenderungan perilaku agresi demi mendapatkan pengakuan teman sebaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa melalui dialog konfrontatif yang empatik dan terstruktur, siswa sekolah dasar mampu melakukan evaluasi diri terhadap perilakunya dan menyusun rencana tindakan yang lebih bertanggung jawab. Implementasi ini membuktikan bahwa pendekatan realitas dapat menjadi alternatif preventif sekaligus kuratif dalam menciptakan iklim sekolah dasar yang aman dan kondusif sesuai dengan target capaian perkembangan anak.
Copyrights © 2025