Artikel ini membahas etika keilmuan dalam filsafat ilmu dengan fokus pada integrasi antara agama dan sains. Selama ini, dikotomi antara agama dan sains sering menimbulkan problem epistemologis maupun etis, di mana sains dipandang netral tanpa pertimbangan moral, sementara agama dianggap terpisah dari realitas empiris. Melalui pendekatan filsafat ilmu, tulisan ini menegaskan bahwa integrasi agama dan sains merupakan solusi yang lebih utuh untuk membangun paradigma ilmu pengetahuan yang tidak hanya rasional, tetapi juga etis dan transendental. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah literatur buku dan jurnal terkait tema filsafat ilmu, etika, serta integrasi keilmuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika keilmuan memperoleh pijakan kuat apabila diletakkan dalam kerangka integrasi, sehingga perkembangan ilmu dapat sejalan dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan spiritualitas. Dengan demikian, artikel ini menegaskan pentingnya paradigma integratif bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan serta relevan dengan kebutuhan umat manusia.
Copyrights © 2025