Kode program yang mudah dipahami berperan penting dalam proses pengembangan perangkat lunak karena sebagian besar aktivitas pengembang dihabiskan untuk membaca dan memahami kode. Salah satu aspek tata letak kode yang sering tidak konsisten penerapannya adalah penggunaan indentasi, yang kerap dianggap sebagai preferensi gaya penulisan semata, padahal berfungsi memperjelas struktur dan hierarki logika program. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh penggunaan indentasi terhadap keterbacaan (readability) dan kemudahan pemeliharaan (maintainability) kode program. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen terhadap mahasiswa semester tujuh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya yang memiliki kemampuan pemrograman JavaScript. Partisipan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kode dengan indentasi empat spasi dan tanpa indentasi. Setiap partisipan diberikan dua tugas, yakni menemukan kesalahan kode untuk mengukur readability dan memperbaiki kesalahan kode untuk mengukur maintainability. Pengukuran dilakukan berdasarkan waktu penyelesaian tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan indentasi berpengaruh signifikan terhadap aspek readability, yang ditunjukkan oleh waktu yang lebih cepat dalam menemukan kesalahan. Namun, penggunaan indentasi tidak berpengaruh terhadap aspek maintainability, karena waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan kode relatif sama pada kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa indentasi meningkatkan keterbacaan kode dengan memudahkan analisis, tetapi tidak mempermudah proses perbaikan kode.
Copyrights © 2025