Pengujian perangkat lunak merupakan tahapan penting dalam pengembangan perangkat lunak yang dapat menghabiskan sekitar 40 hingga 70% dari total waktu pengembangan. Karena itu, efisiensi pengujian menjadi krusial untuk menjamin kualitas serta menekan waktu dan biaya. Penelitian ini membandingkan profil efisiensi dua pendekatan otomatisasi pengujian, yaitu Script Based Automation dan Behavior Driven Development pada website pembelajaran digital yang diuji. Parameter yang dianalisis meliputi line of code, time execution, dan test case reusability. Metode komparatif eksperimental diterapkan dengan menjalankan 11 skenario pengujian yang sama pada kedua pendekatan. Line of code diukur dengan menghitung jumlah baris kode per skenario, time execution diperoleh dari log eksekusi Katalon Studio dengan 30 kali pengulangan per skenario, sedangkan test case reusability dihitung dari persentase langkah uji yang digunakan kembali. Hasil menunjukkan Script Based Automation unggul signifikan pada line of code karena tidak memerlukan struktur tambahan, sedangkan Behavior Driven Development memerlukan feature file, step definition, dan runner. Uji Mann-Whitney U Test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada time execution dan test case reusability. Dengan demikian, perbedaan efisiensi terutama pada line of code, sementara aspek lainnya relatif setara bagi tim Quality Assurance.
Copyrights © 2025