Aplikasi web modern semakin banyak memanfaatkan pemrosesan data dan multimedia di sisi klien untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Namun, pendekatan ini seringkali menghadapi kendala kinerja ketika menangani algoritma yang bersifat komputasi intensif, salah satunya adalah Gaussian blur. Algoritma ini membutuhkan perhitungan numerik berulang yang beban komputasinya meningkat seiring dengan bertambahnya resolusi gambar dan radius blur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja WebAssembly dalam mempercepat waktu eksekusi algoritma Gaussian blur dibandingkan dengan JavaScript seiring dengan meningkatnya beban komputasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan membandingkan dua implementasi Gaussian blur, yaitu berbasis JavaScript dan WebAssembly. Pengujian dilakukan menggunakan variasi resolusi gambar dan radius blur. Waktu eksekusi diukur pada setiap kombinasi parameter dan dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas, uji beda menggunakan Independent Samples T-Test, serta analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WebAssembly secara konsisten menghasilkan waktu eksekusi yang lebih cepat dibandingkan JavaScript pada seluruh kondisi pengujian dengan perbedaan yang signifikan secara statistik. Tingkat efisiensi WebAssembly berada pada kisaran 1,72 hingga 2,28 kali lebih baik. Selain itu, peningkatan radius blur menyebabkan kenaikan waktu eksekusi yang lebih landai pada WebAssembly, yang menunjukkan skalabilitas kinerja yang lebih baik.
Copyrights © 2026