Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) sering mengalami penurunan performa signifikan pada fitur jadwal kuliah saat diakses oleh pengguna dalam jumlah besar secara bersamaan. Arsitektur konvensional yang mengandalkan kueri basis data langsung (direct-to-database) memiliki keterbatasan kecepatan saat memproses operasi penggabungan data (JOIN) yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besaran peningkatan kinerja melalui penerapan mekanisme in-memory caching menggunakan Redis pada framework Express.js. Metode yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif dengan membandingkan dua skenario: Arsitektur SQL dan Arsitektur Redis. Pengujian beban (load testing) dilakukan menggunakan Apache JMeter dengan variasi konkurensi 1.000, 5.000, dan 10.000 pengguna dengan metrik evaluasi waktu respons (response time), throughput, dan tingkat kesalahan (error rate). Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik Mann-Whitney U menunjukkan bahwa implementasi Redis memberikan peningkatan kinerja yang sangat signifikan. Pada beban puncak 10.000 pengguna, Arsitektur SQL mencatatkan rata-rata waktu respons 27,59 detik dengan tingkat kesalahan 39,41%. Sebaliknya, Arsitektur Redis mampu meningkatkan kecepatan secara drastis dengan rata-rata waktu respons 95,77 milidetik dan menjaga tingkat kesalahan tetap pada 0,00%. Uji statistik mengonfirmasi adanya perbedaan kinerja yang nyata (p < 0,05) di antara kedua arsitektur. Kesimpulannya, penerapan Redis terbukti secara signifikan mampu memangkas latensi dan meningkatkan kapasitas pemrosesan data (throughput) pada sistem informasi akademik.
Copyrights © 2026