Industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dengan munculnya dua model bisnis yang bersaing: coffee shop konvensional dan kopi keliling. Penelitian ini menganalisis sentimen konsumen terhadap coffee shop konvensional dan kopi keliling menggunakan Aspect-Based Sentiment Analysis (ABSA) berbasis IndoBERT dengan kerangka DINESERV. Data 1.999 ulasan dari Google Maps, Instagram, dan YouTube diproses menjadi 1.922 data valid. Ekstraksi aspek lexicon-based mengidentifikasi 1.493 review, dengan pelabelan InSet Lexicon menghasilkan 1.293 data untuk fine-tuning IndoBERT. Model terbaik (epoch 4, learning rate 5e-5, batch size 16) mencapai accuracy 74,9%, precision 76,09%, recall 86,96%, dan F1-score 81,16%. Hasil menunjukkan service quality mendominasi (62,8%), diikuti convenience (34,3%) dan price and value (2,9%). Sentimen negatif lebih dominan (57,2%) dengan coffee shop menunjukkan gap pada service quality (56,6% negatif), sedangkan kopi keliling unggul pada convenience (52,5% positif). Dashboard Looker Studio memberikan insight actionable untuk strategi perbaikan layanan berbasis data.
Copyrights © 2026