Jeruk keprok merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia dengan nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Data Direktorat Jenderal Hortikultura tahun 2024 menunjukkan bahwa produksi jeruk siam atau keprok pada tahun 2023 mencapai 2,83 juta ton atau sekitar 9,8 persen dari total produksi buah nasional. Kualitas jeruk keprok tentunya memengaruhi harga jual dan kepercayaan konsumen. Namun, proses sortasi di lapangan masih dilakukan secara manual melalui pengamatan visual petani. Metode ini bergantung pada subjektivitas dan perbedaan persepsi setiap individu, sehingga hasil sortir sering tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem sortir otomatis buah jeruk keprok berdasarkan tingkat kualitas dengan empat kelas, yaitu Grade Super, Grade A, Grade B, dan Defect menggunakan EfficientNetB2 berbasis Raspberry Pi 4B. Sistem diintegrasikan dengan perangkat keras berupa webcam sebagai input citra serta motor servo dan stepper motor sebagai aktuator untuk proses sortir fisik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model EfficientNetB2 memiliki performa klasifikasi dengan nilai macro average accuracy 98,2%, macro average precision 95,2%, macro average recall 96,4%, dan macro average F1-score 95,6%. Pengujian integrasi sistem menghasilkan rata-rata akurasi 80%, dengan keterbatasan pada kelas yang memiliki kemiripan fitur visual. Rata-rata waktu inferensi adalah 0,7639 detik per objek dengan waktu total sistem 8,2648 detik.
Copyrights © 2026