Pemantauan kualitas udara dalam ruangan (Indoor Air Quality) sering kali menghadapi kendala akurasi akibat keterbatasan jangkauan sensor dan distribusi polutan yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem pemantauan kualitas udara berbasis Wireless Sensor Network (WSN) melalui jarak deteksi efektif sensor gas MQ-7 dan MQ-135, serta penerapan strategi penempatan multi-node yang terintegrasi. Metode penelitian diawali dengan pengujian karakteristik sensor terhadap variasi jarak sumber gas, dilanjutkan dengan implementasi tiga node sensor yang menggunakan mikrokontroler ESP32 dan protokol komunikasi HTTP. Hasil pengujian karakterisasi menunjukkan bahwa sensor MQ-135 memiliki jarak deteksi efektif sejauh 25 cm, sedangkan sensor MQ-7 memiliki jangkauan deteksi yang sangat terlokalisasi (< 1 cm). Berdasarkan parameter tersebut, strategi penempatan node dilakukan secara terdistribusi untuk mengatasi blind spot. Pengujian lapangan membuktikan bahwa penggunaan single node kurang reliabel akibat tingginya fluktuasi sinyal dan ketergantungan pada posisi. Penerapan algoritma fusi data (data fusion) dengan metode weighted average berhasil mereduksi disparitas data antar-node, menghasilkan estimasi kualitas udara yang lebih stabil dan representatif dibandingkan pengukuran tunggal.
Copyrights © 2026