Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan mengungkap representasi wacana teknologi dan inovasi dalam berita Tempo.co menggunakan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun Adrianus van Dijk; (2) mengungkap ideologi dan relasi kuasa yang mendasari konstruksi wacana teknologi dan inovasi dalam berita Tempo.co menggunakan AWK van Dijk; dan (3) merumuskan cetak biru konseptual untuk bahan ajar membaca kritis bagi peserta didik Kelas XI SMA menggunakan teori membaca kritis Facione. Penelitian ini dirancang untuk mengisi kesenjangan teoretis, di mana penelitian AWK terhadap Tempo.co sebelumnya lebih banyak berfokus pada isu politik dan kesenjangan pedagogis yang signifikan dalam praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA/sederajat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data adalah lima korpus berita pilihan dari Tempo.co yang terbit pada kurun waktu Agustus s.d. Oktober 2025. Analisis data dilakukan dalam dua langkah: (1) penerapan AWK van Dijk pada tiga level (struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro) dan (2) analisis pedagogis untuk mentransformasikan temuan AWK ke dalam kerangka keterampilan kognitif dan disposisi spirit kritis Facione. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Tempo.co mereproduksi sekaligus menegosiasikan relasi kuasa. Teridentifikasi empat ideologi dominan, yaitu elitisme, teknoutopianisme, neoliberalisme, dan nasionalisme ekonomi. Ideologi ini termaterialisasi melalui strategi diskursif seperti pilihan leksikon afirmatif, dominasi sumber elite, serta penghilangan suara publik. Temuan ini juga mengungkap ambivalensi Tempo.co antara mereproduksi kuasa dan menjalankan fungsi kritik. Temuan AWK ini menjadi fondasi bagi cetak biru konseptual bahan ajar yang berorientasi melatih peserta didik untuk membaca teks secara reflektif, skeptis, dan emansipatoris, sekaligus menawarkan kerangka kerja analitis bagi pendidik untuk mengembangkan materi pembelajaran otentik.
Copyrights © 2025