Kemasan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi nilai tambah dan daya saing produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain kemasan produk bubuk kakao dan minuman cokelat siap minum Cokelat Desa Kakao Kulon Progo (Progo Choco) dengan menggunakan pendekatan value engineering. Penelitian dilakukan di Yogyakarta dan Kulonprogo dengan melibatkan preferensi konsumen sebagai data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Metode value engineeringĀ diterapkan melalui empat tahapan, yaitu tahap informasi, kreativitas, analisis, dan pengembangan. Atribut mutu kemasan yang dianalisis meliputi bentuk, bahan, kemudahan, warna, label, dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen mengutamakan kemasan yang praktis, informatif, menarik secara visual, serta memiliki biaya produksi yang efisien. Evaluasi terhadap tiga konsep kemasan, yaitu sachet aluminium foil, kotak (box) kertas Ivory, dan botol plastik PET, menunjukkan bahwa konsep kemasan kotak memiliki nilai (value) tertinggi berdasarkan perbandingan performansi dan biaya. Dengan demikian, kemasan kotak direkomendasikan sebagai desain kemasan terbaik untuk produk Cokelat Desa Kakao Kulon Progo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi UMKM dalam mengembangkan desain kemasan secara sistematis untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di pasar.
Copyrights © 2025