Proses distribusi komoditas cabai rawit tidak dapat berjalan optimal tanpa peran lembaga pemasaran. Dalam menjalankan kegiatan pemasaran, pedagang mengeluarkan biaya-biaya sehingga memperoleh margin pemasaran sebagai keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran margin pemasaran dan distribusinya di antara lembaga-lembaga pemasaran serta mengukur tingkat farmer’s share. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, teknik pengumpulan data primer menggunakan metode sensus untuk petani dan snowball sampling untuk lembaga pemasaran. Analisis data menggunakan perhitungan margin pemasaran, farmer’s share dan distribusi share keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pola saluran pemasaran, dengan saluran terpendek (Saluran I) menghasilkan total margin sebesar Rp17.000/kg dengan farmer’s share 70,18%, sedangkan saluran terpanjang (Saluran III) menghasilkan total margin sebesar Rp34.000/kg dengan farmer’s share 48,48%. Distribusi margin dan share keuntungan terbesar diperoleh oleh tengkulak dan pedagang besar yaitu 91,77% dan 93,08%. Sementara pengecer memperoleh share keuntungan terendah yaitu 84,95%.
Copyrights © 2025