The realization of the development and grounding of Pancasila can be done by applying the values of local wisdom. One of the local wisdoms that has high value is art and culture. In line with the efforts to develop and ground Pancasila, it is important to strengthen the Pancasila Village through Arts and Culture in Bulak Village, Jatibarang District, Indramayu Regency. The problem-solving method in this community service is cooperative inquiry and Focus Group Discussion (FGD). The target audience is the Head of RT, RW, representatives of community leaders, local economic actors, and village government officials totaling 40 people. The implementation of community service activities about the Pancasila Village through arts and culture in August 2025 and the main activity was carried out on August 8-9, 2025. The partners involved are the Bulak village government, Jatibarang District, Indramayu Regency. The results of community service activities show: 1) There is a strong will and commitment from participants, village governments, and regional governments to revive and preserve local potential, particularly Bulak arts and culture 2) Providing inspiration and empowerment to the community to inventory Bulak's arts and culture potential. This is evidenced by the compilation of a neighborhood unit (RT/RW)-based list of arts and culture with strategic value for promotion; and 3) Raising awareness that strengthening arts and culture can drive economic growth, community welfare, and the image of Indramayu Regency. This strengthening awareness is evident in the 95% of participants' commitment to developing Pancasila Village into a cultural destination. Abstrak Perwujudan pembinaan dan pembumian Pancasila dapat dilakukan dengan penerapan nilai-nilai kearifan lokal. Salah satu kearifan lokal yang memiliki nilai tinggi adalah seni budaya. Sejalan dengan upaya pembinaan dan pembumiaan Pancasila ini, maka penting dilakukan Penguatan Kampung Pancasila melalui Seni-Budaya di desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Metode pemecahan masalah pada pengabdian masyarakat ini ialah cooperative inquiry dan Focus Group Discussion (FGD). Khalayak sasaran adalah Ketua RT, RW, perwakilan tokoh masyarakat, Pelaku ekonomi lokal, dan perangkat pemerintah desa sebanyak 40 orang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian tentang Kampung Pancasila melalui seni-budaya pada bulan Agustus 2025 dan kegiatan utamanya di dilaksanakan pada 8-9 Agustus 2025. Mitra yang terlibat ialah pemerintah desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan: 1). Adanya kemauan dan komitmen yang kuat dari peserta, pemerintah desa, dan pemerintah daerah untuk menghidupkan dan melestarikan potensi lokal, khususnya seni-budaya Bulak sebagai instrumen pembumian nilai-nilai Pancasila. Wujud komitmen tersebut terciptanya kelembagaan Kampung Pancasila melalui seni-budaya Bulak; 2). Memberikan inspirasi dan penguatan kepada masyarakat untuk menginventarisasi potensi seni-budaya Bulak. Hal ini dibuktikan dengan tersusunnya daftar seni-budaya berbasis RT/RW yang bernilai strategis untuk dipromosikan; dan 3). Terbangunnya kesadaran bahwa penguatan seni-budaya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan citra kabupaten Indramayu. Penguatan kesadaran ini dapat dilihat dari sebesar 95% peserta berkomitmen untuk mengembangkan Kampung Pancasila menuju destinasi budaya.
Copyrights © 2025