Kulit bawang merah (Allium cepa L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki potensi sebagai bahan aktif obat herbal. Namun, pemanfaatannya masih terbatas dan sering berakhir sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak etanol 96% kulit bawang merah dengan berbagai konsentrasi ekstrak. Emulgel diformulasikan menggunakan basis karbopol 940 dan dilakukan uji organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, serta viskositas.Hasil uji organoleptis menunjukkan adanya perubahan warna sediaan menjadi semakin coklat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, tanpa memengaruhi bau maupun konsistensi semi solid. Nilai pH seluruh formula masih berada dalam rentang aman sesuai SNI (4,5–8,0) dan pH kulit (4,5–7,5). Uji daya sebar menunjukkan peningkatan diameter sebar sejalan dengan penurunan viskositas, sedangkan uji daya lekat mengalami penurunan dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Formula tanpa ekstrak (F0) memiliki viskositas tertinggi, sedangkan penambahan ekstrak menurunkan viskositas secara bertahap.
Copyrights © 2026