Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani miskin ekstrim metode pangsa pengeluaran pangan dan menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi rumah tangga petani miskin terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani miskin ekstrim di Desa Alaskokon, Modung, Bangkalan. Populasi yang digunakan berjumlah 45 petani maka sampel yang digunakan sebanyak 45 rumah tangga petani di Desa Alaskokon, Modung, Bangkalan, Madura. Penelitian ini menggunakan metode penggelompokan ketahanan pangan dan analisis regresi linear dengan SPSS (Statistical Package For Social Science). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan di Desa Alaskokon, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, masih berada dalam kondisi tidak tahan pangan. Sebanyak 38 rumah tangga (84,5%) memiliki pangsa pengeluaran pangan sebesar 60% atau lebih dari total pengeluaran rumah tangga, sedangkan hanya 7 rumah tangga (15,5%) yang mengalokasikan kurang dari 60% pengeluarannya untuk pangan, sehingga masuk dalam kategori tidak tahan pangan. Selain itu, faktor yang mempengaruhi pengeluaran pangsa pangan di Desa Alaskokon, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, yaitu pendapatan (X1) dan jumlah anggota keluarga (X2) memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan pendidikan (X3) tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Kata kunci: Ketahanan Pangan, Regresi Linear, Petani Miskin Ekstrem
Copyrights © 2025