Perkembangan teknologi informasi yang masif telah membawa transformasi digital yang signifikan di tengah masyarakat, mengubah pola interaksi sosial dan transaksi ekonomi. Namun, kemajuan ini berbanding lurus dengan peningkatan ancaman kejahatan siber (cyber crime). Generasi muda, khususnya anggota Karang Taruna di Kelurahan Tangki, Jakarta Barat, merupakan kelompok "digital natives" yang sangat aktif menggunakan internet, namun sering kali memiliki kesadaran keamanan (security awareness) yang rendah. Kurangnya pemahaman mengenai perlindungan data pribadi menjadikan mereka target yang rentan terhadap serangan siber seperti Phishing, Social Engineering, dan peretasan akun. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan memberikan keterampilan teknis praktis mengenai Cybersecurity. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan mixed-method yang sistematis, meliputi tahapan observasi awal, penyusunan materi berbasis masalah, pelaksanaan pelatihan partisipatif, dan evaluasi efektivitas. Materi difokuskan pada pengenalan konsep CIA Triad (Confidentiality, Integrity, Availability), identifikasi ancaman siber, dan praktik pengamanan Akun Google melalui fitur 2-Step Verification dan Security Checkup. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan mengenai urgensi keamanan data. Peserta mampu mengidentifikasi tautan berbahaya dan secara mandiri mengimplementasikan pengaturan keamanan pada perangkat gawai mereka. Diharapkan kegiatan ini dapat membentuk ekosistem digital yang aman dan produktif di lingkungan pemuda Kelurahan Tangki, serta mendorong mereka menjadi agen perubahan literasi digital bagi komunitas sekitarnya.
Copyrights © 2025