Church management is a crucial aspect in supporting the success of the church's ministry as the body of Christ in the world. However, church management cannot be separated from the theological foundation that underpins the values, principles, and direction of every church policy and action. This article discusses the importance of integrating modern management principles with theological values derived from the Bible, both the Old and New Testaments. This study outlines the theological principles of biblical figures such as God, Moses, Joseph, Nehemiah, Jesus, and the apostles, demonstrating the spiritual and strategic application of management. Management functions such as planning, organizing, staffing, directing, implementing, and supervising are discussed within the church context using a biblical approach. This article also highlights the challenges churches face in implementing theologically sound management, such as maintaining spiritual integrity, addressing differences in perception, limited resources, and the dynamics of social and technological change. The research method used in this study is a literature review, examining how the theological foundation in church management serves as a crucial foundation for effective and integrated ministry. The findings indicate that churches need a sound management system based on Christian teachings to ensure their services remain relevant, effective, and faithful to their primary mission of glorifying God and serving others. Manajemen gereja merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan gereja sebagai tubuh Kristus di tengah dunia. Namun, manajemen gereja tidak dapat dilepaskan dari landasan teologis yang menjadi fondasi nilai, prinsip, dan arah setiap kebijakan serta tindakan gerejawi. Artikel ini membahas pentingnya integrasi antara prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai teologis yang bersumber dari Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Studi ini menguraikan prinsip-prinsip teologis dari tokoh-tokoh Alkitab seperti Allah, Musa, Yusuf, Nehemia, Yesus, dan para rasul yang menunjukkan penerapan manajemen secara rohani dan strategis. Fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, pelaksanaan, dan pengawasan dibahas dalam konteks gereja dengan pendekatan alkitabiah. artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi gereja dalam menerapkan manajemen berlandaskan teologi, seperti menjaga integritas rohani, menghadapi perbedaan persepsi, keterbatasan sumber daya, serta dinamika perubahan sosial dan teknologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah studi kepustakaan yang melihat bagaimana landasan teologis dalam manajemen gereja menjadi dasar penting bagi fondasi pelayan yang efektif dan berintergritas. Hasil temuan bahwa gereja perlu memiliki sistem manajemen yang baik dan berbasis pada ajaran iman Kristen, agar pelayanan tetap relevan, efektif, dan tetap setia pada misi utama yaitu memuliakan Tuhan dan melayani sesama.
Copyrights © 2025