tidak hanya menjadi permasalahan medis, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional pasangan yang mengalaminya. Rasa cemas, stres, dan tekanan sosial sering muncul selama proses pengobatan dan dapat memengaruhi keberhasilan terapi. Di sisi lain, dukungan psikologis masih terbatas dan belum terintegrasi secara optimal dalam layanan fertilitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan emosional pasangan infertil melalui edukasi dan pendampingan berbasis kecerdasan buatan (AI). Pendekatan AI diperkenalkan sebagai sarana self-help digital yang mampu membantu individu mengenali emosi, mengelola stres, serta memperoleh dukungan empatik melalui aplikasi interaktif seperti chatbot dan journaling digital. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi AI untuk kesehatan mental, simulasi relaksasi digital, serta pendampingan selama tiga minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner sederhana sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan stres emosional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan psikologis serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kesejahteraan emosional. Program ini diharapkan menjadi model intervensi berbasis komunitas yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan psikososial pasangan infertil di Indonesia.
Copyrights © 2025