Penelitian ini mengkaji makna simbolik kesenian Tabot di Bengkulu dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Tabot sebagai warisan budaya masyarakat Bengkulu memiliki struktur simbolik yang kompleks dan kaya makna, yang mencerminkan sejarah, spiritualitas, dan identitas kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan tiga tingkatan makna Barthes: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol seperti menara Tabot, upacara pembuatan Tabot, warna hitam, dan musik dol memiliki makna mendalam yang tidak hanya berfungsi dalam konteks estetika, tetapi juga ideologis. Simbol-simbol tersebut berperan dalam membangun narasi kolektif masyarakat tentang pengorbanan, duka, dan spiritualitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesenian Tabot merupakan teks budaya yang memuat sistem tanda kompleks dan menjadi cermin nilai-nilai sosial masyarakat Bengkulu.
Copyrights © 2025