Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi radio sebagai media komunikasi massa di era digital dengan menyoroti perubahan pola konsumsi Generasi Z yang kini lebih memilih media cepat, fleksibel, dan interaktif. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus pada program “Beladas” di Radio Elshinta, dengan pengumpulan data melalui observasi siaran, wawancara dengan pengelola serta pendengar, dan dokumentasi aktivitas terkait integrasi digital, sementara analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radio tetap mampu mempertahankan eksistensinya ketika beradaptasi terhadap kebutuhan audiens muda, khususnya melalui penyediaan ruang partisipasi komunitas, interaksi real-time, dan penguatan kehadiran di platform digital seperti live streaming dan media sosial. Program “Beladas” menjadi contoh bahwa konten yang relevan, aktual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari Generasi Z dapat meningkatkan keterlibatan pendengar dan memperluas jangkauan siaran. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan radio sangat bergantung pada inovasi konten, fungsi sosial yang mampu membangun kedekatan emosional dengan audiens, serta kemampuan memadukan format siaran tradisional dengan teknologi digital agar tetap sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Generasi Z pada era media yang serba cepat dan dinamis.
Copyrights © 2025