Padi merupakan komoditas yang sangat penting, beras yang dihasilkan dari padi merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia. Namun produksi beras nasional semakin turun, disebabkan penggunaan pupuk anorganik berlebihan yang menyebabkan penurunan kualitas tanah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pemenuhan kebutuhan hara padi melalui pemberian berbagai pupuk organik dan (PGPR) Plant Growth Promoting Rhizobacteria sebagai alternatif. Penelitian dilakukan dari Juni - Oktober 2024 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari anak petak (Urea + NPK dosis petani), (Urea + NPK rekomendasi), limbah jamur, Azolla microphylla, Sesbania sesban dan Azolla microphylla + Sesbania sesban dan petak utama tanpa PGPR dan 15 ml/l PGPR. Data dianalisis menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) taraf 5%. Uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik A. microphylla memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman umur 74 hst, jumlah daun dan jumlah anakan umur 42 hst dan produktivitas dengan hasil 6,76 ton/ha. Kombinasi pupuk organik A. microphylla + PGPR mampu meningkatkan serapan hara N, P dan K tanaman padi setara dengan pupuk kimia (Urea 500 kg/ha+ NPK 500 kg/ha) dan mampu menyediakan unsur hara N 72,59 kg, P 101 kgdan K 7,71 kg per hektar tanaman padi. Hal ini menunjukkan bahwa pupuk A. microphylla berpotensi digunakan sebagai pupuk sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Copyrights © 2025