Latar belakang: Intervensi Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) banyak mendapat perhatian. Teknik intervensi ini dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan fungsional yang diakibatkan oleh penyakit stroke. Namun, berbeda halnya dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hayner et al. (2010) yang menyatakan bahwasanya pemberian CIMT tidak memberikan perbedaan efek yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian CIMT untuk meningkatkan kemampuan fungsional ekstremitas atas pada pasien post stroke. Metode: Penelitian dilakukan dengan literature study yaitu dengan mengambil artikel 10 tahun terakhir dari sumber data (Pubmed, Pedro, Sage, dan Science Direct). Jenis artikel yang digunakan adalah randomized control trial (RCT). Sebanyak 245 artikel diidentifikasi berhubungan dengan CIMT dan setelah dilakukan ekstraksi didapat 6 artikel untuk di-review. Hasil: Penelitian menunjukkan total sebanyak 190 responden dijadikan sampel yang kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Pemberian intervensi beragam, mulai dari 2 minggu-6 bulan. Hasilnya menunjukkan kelompok intervensi dengan CIMT menghasilkan perubahan yang signifikan pada peningkatan kemampuan fungsional. Kesimpulan: Berdasarkan keenam artikel yang telah di-review dapat disimpulkan bahwa CIMT efektif untuk meningkatkan kemampuan fungsional ekstremitas atas pasien post stroke.
Copyrights © 2025