Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berdampak signifikan pada pendidikan, namun banyak sekolah di daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital dan sumber daya manusia kesulitan beradaptasi. Penelitian ini dilakukan di SMK Swasta Karya Mandiri Na IX-X dan SMK Dwi Guna Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, yang menghadapi tantangan seperti ketiadaan website sekolah, platform e-learning, dan rendahnya literasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun website sekolah dan sistem e-learning, serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi digital guru dan siswa. Pendekatan partisipatif melibatkan sosialisasi, pelatihan berbasis CMS dan LMS, serta pendampingan implementasi. Hasilnya, kompetensi digital guru meningkat dari 65 menjadi 82, siswa dari 62 menjadi 84, dengan tingkat kepuasan pengguna 92%. Website sekolah meningkatkan transparansi informasi, sementara e-learning mendukung pembelajaran daring. Program ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Infrastruktur Digital), serta mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Keberlanjutan dijamin melalui penunjukan admin lokal dan rencana kerja tahunan, dengan potensi replikasi ke sekolah lain
Copyrights © 2025