Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai penerapan nilai-nilai keislaman pada kalangan remaja yang berada di lingkungan Masjid Baiturrahman Desa Massenrengpulu dengan memanfaatkan pendekatan psikoanalisis dari Sigmund Freud, khususnya dengan fokus pada konsep-konsep dasar id, ego, dan superego. Melalui pendekatan psikoanalisis ini, penelitian memberikan wawasan komprehensif tentang proses psikologis yang terjadi dalam diri remaja saat mereka menghadapi dilema dan konflik batin yang timbul akibat pertarungan antara dorongan naluriah (id), kesadaran rasional (ego), serta norma moral dan nilai-nilai agama (superego). Fenomena tersebut sangat signifikan terutama karena masa remaja merupakan periode transisi yang kompleks, di mana pribadi muda rentan mengalami ketegangan antara keinginan personal, tekanan norma sosial, serta tuntutan ajaran agama. Selain itu, penelitian ini juga menempatkan penerapan nilai keislaman dalam konteks kultural masyarakat Bugis yang memiliki tradisi dan kekhasan sosial yang kuat, yang turut memberikan tantangan tersendiri dalam upaya pembentukan identitas religius remaja di tengah derasnya arus modernisasi.
Copyrights © 2025